Sabtu, 05 Juni 2010

puisi

Tangan Tuhan Menuntun Kita

Hampir seluruh persoalan hidup

Bermula dari ketidakmauan kita menerima hidup ini apa adanya

Kita tak mapu berkompromi pada kenyataan

Kita tak sudi melepaskan kacamata paradigma

Dan melihat realitas secara sederhana

Kita lebih suka bermain-main dengan persepsi

Kita lebih senang berlindung membenarkan pikiran sendiri

Padahal itu adalah bentuk lain dari belenggu sehari-hari

Mari, sejenak kita pejamkan mata

Menemukan kesejukan pikiran

Menggali ketentraman perasaan

Menyentuh jiwa yang tenang

Menekuri setiap tarikkan nafas

Menyadari keberadaan kita di bumi ini

Meneguhkan kembali ikrar kita

Pada semesta yang agung

Ikrar untuk mencurahkan yang terbaik bagi hidup ini

Dan membiarkan tangan-tangan-Nya

Menuntun setiap gerak kita sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar